Posts

Showing posts from June, 2019

Meninggal Kerana Sakit Perut Termasuk Syahid?

Image
TERDAPAT hadis yang mengatakan bahawa orang yang meninggal kerana sakit perut termasuk syahid. Benarkah orang yag meninggal kerana sakit perut tercatatat syahid?
Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda,
"Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal kerana penyakit tha'un, orang yang meninggal kerana penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal kerana tertimpa runtuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah," (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah).
Abu Hurairah radhiallahu 'anhu menyampaikan sabda Rasulullah shallallahu' alahi wa sallam,
"Siapa yang terhitung syahid menurut anggapan kalian?" Mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid." Beliau menanggapi, "Kalau begitu, syuhada dari kalangan umatku hanya sedikit."
"Bila demikian, siapakah mereka yang dikatakan mati syahid, wahai Rasulullah?" Tanya para sahabat. Beliau menjawab, "Siapa y…

4 Berkah di Sebalik Makan Berjamaah

Image
MAKAN merupakan kebutuhan pokok yang tak bisa luput dari mahluk hidup, termasuk manusia. Seringkali kita tak sadar penting dan manfaat makan bersama-sama, maka dari itu banyak yang memilih makan sendiri. Padahal jika kita ketahui banyak manfaat dan keberkahan yang bisa kita dapat dari makan berjamaah ini.
Apa keberkahan dari makan berjamaah?
Ternyata makan bersama-sama selain memberikan rasa senang saat makan, ternyata juga memiliki keberkahan di dalamnya. Hal ini menegaskan bahwa dalam melakukan suatu hal baik, hendaknya kita lakukan secara berjamaah agar Allah turunkan keberkahan pada kita.
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, ia menyatakan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam bersabda,
"Makan satu orang itu cukup untuk dua orang. Makanan dua orang itu cukup untuk empat orang. Makanan empat orang itu cukup untuk delapan orang, "(HR. Muslim).
Hadits lainnya menunjukan, "Makanlah bersama-sama dan sebutlah nama Allah sebelumnya tentu maka…

‘Wahai Iblis, Mengapa Kau Takut pada Orang yang Tidur Itu?’

Image
PADA suatu hari, ketika Rasulullah SAW hendak memasuki masjid, alangkah terkejutnya Ia. Tepat di samping pintu masjid, Beliau melihat sesosok tubuh, membayang, dan akhirnya semakin jelas. Ternyata ia adalah iblis laknatullah.
Ketika Rasulullah melongokkan kepalanya ke dalam masjid, terdapat dua orang di sana. Namun, satu orang tengah melaksanakan solat, sedangkan seorang lain tampak tengah tertidur pulas dekat pintu. Iblis itu kelihatan gusar dan ragu antara masuk masjid atau tidak.
Rasulullah SAW pun bertanya, "Wahai Iblis, apa yang sedang kamu lakukan di sini?" Tanya Rasulullah SAW. Iblis pun menjawab, "Aku hendak masuk masjid dan merosakkan solatnya orang itu. Tetapi aku merasa takut terhadap orang yang sedang tidur itu, "kata iblis sambil menunjuk orang yang sedang tidur.
Rasulullah mengerinyitkan keningnya tanda semakin kehairanan. Lantas, Beliau bertanya lagi, "Wahai iblis, mengapa engkau takut terhadap orang yang sedang tidur dan tidak takut kepada orang y…

Unta Rasulullah Berhenti di Depan Rumah Abu Ayyub Khalid bin Zaid

PARA pembesar Quraisy gusar. Rasulullah yang mereka kepung kini lepas dari jangkauan mereka. Beliau lolos dari persekongkolan pembunuhan. Mereka geram bukan main. Tiap-tiap tempat diawasi dengan ketat. Mereka kirimkan para pencari jejak untuk mengikuti jejak-jejak beliau.
Di langit Makkah, matahari musim panas memancarkan sinarnya. Orang-orang di jazirah Arab lebih senang berada di rumah berbanding menembusi hawa yang terik menyengat. Akan tetapi, para pemimpin Quraisy tak peduli. Di bawah komando Abu Jahal, mereka terus mengasak setiap jejak. Walau bagaimanapun gagal. Jangankan Nabi saw., Jejak Abu Bakar yang menemani beliau pun tak terlacak.
Lolosnya Nabi saw. dari kepungan musuh bermula dari musim haji tahun kesebelas sejak turunnya wahyu. Sekumpulan orang dari Yathrib datang menemui Rasulullah di Mina dekat Aqabah. Mereka membenarkan beliau. Mereka agaknya tahu bahawa inilah sosok Nabi yang ditunggu-tunggu seperti gambaran para pemuka Yahudi di Yathrib. Itulah Baiat Aqabah Pertama.
B…

Hari Jumaat dan Dajjal

ISLAM mengajarkan kepada setiap kita untuk menyedari bahawa hanya Allah sahaja yang tahu bila berlakunya hari Kiamat akan terjadi. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga tidak tahu bila berlakunya hari Kiamat.
"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat:" Bilakah masa datangnya? "Katakanlah:" Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba ". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan mengenai hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui," (QS Al-A'raaf ayat 187).
Satu-satunya isyarat soal jadual hari Kiamat dari Rasulullah SAW hanyalah bahawa ia bakal terjadi pada hari Jumaat. Namun jumat tarikh, bulan dan tahun berapa? Wallah…